Jumat, 25 Maret 2011

manajemen file

FILE
File adalah sekumpulan data/informasi yang saling berhubungan sesuai dengan tujuan pembuatnya. 
Operasi-operasi file yang biasa dilakukan antara lain: OPEN, CLOSE, CREATE, DELETE, COPY,
RENAME, READ, WRITE, UPDATE, INSERT, APPEND. 
FILE SISTEM
File Sistem adalah suatu struktur yang digunakan sistem operasi untuk menyimpan dan membaca data dari hard disk.
Adapun contoh-contoh format file system sebagai berikut : FAT (File Allocation Table), FAT32 (File Allocation Table 32), NTFS (New Technology File System) (Ketiga varian ini umum digunakan untuk platform Windows), Ext, Ext2, Ext3 (Ketiga varian ini umum digunakan untuk platform Linux), OS/2, HPFS, Reiser dll. 
Langkah-langkah Optimasi File Sistem

·         Kurangi jumlah I/O yang mengakses storage device sebanyak mungkin
·         Kelompokkan I/O menjadi kelompok yang besar
·         Optimasi pola pencarian blok untuk mengurangi seek time
·         Gunakan cache semaksimal mungkin untuk mengurangi beban I/O device
  
LINUX EXTENDED FILE SYSTEM

Sejarah perkembangan Extended File System

Versi mLinux yang pertama berbasis pada file sistem  Minix. Setelah Linux semakin berkembang, Extended File System (Ext FS) diperkenalkan. Ada beberapa perubahan signifikan tetapi kinerjanya masih kurang memuaskan. Pada tahun 1994 Second Extended Filesystem (Ext2) diperkenalkan. Di samping adanya beberapa fitur  baru, Ext2 sangat efisien, handal dan fleksibel sehingga menjadi file sistem Linux yang paling banyak digunakan.
Kehandalan Second Extended File System Ext2FS

·         Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file sistem.
·         Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat file sistem.
·         Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
·         Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
·         Mendukung file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi)dan append-only (file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).
Linux Third Extended File System (Ext3FS)

Ext3FS merupakan pengembangan dari Ext2FS. Ext3FS memiliki beberapa kelebihan antara lain:
  • Optimasi waktu pengecekan jika terjadi kegagalan sumber daya, kerusakan sisem atau unclean shutdown.
Setelah mengalami kegagalan sumber daya, unclean shutdown, atau kerusakan sistem, Ext2FS harus melalui proses pengecekan. Proses inidapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi unclean shutdown tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
  • Integritas data dan kecepatan akses yang fleksibel.
    • Ext3FS menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shutdown. Ext3FS memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
  • Mudah melakukan migrasi dari Ex2FS.
    • Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
  • Cepat
    • Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar